Gorontalo, 27 Desember 2024 – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar bertema “Media Baru dan Kecerdasan Buatan dalam Transformasi Digital Masyarakat Modern”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo dan diikuti oleh mahasiswa serta civitas akademika dengan penuh antusias.
Kuliah pakar ini menjadi wadah akademik bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan terkait perkembangan media digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam kehidupan masyarakat modern. Di era transformasi digital saat ini, media baru dan teknologi AI dinilai memiliki peran penting dalam membentuk pola komunikasi, penyebaran informasi, hingga perubahan perilaku sosial masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai dinamika perkembangan media baru, tantangan dunia komunikasi di era digital, serta peluang pemanfaatan kecerdasan buatan secara bijak dan produktif. Selain itu, mahasiswa juga diajak untuk memahami pentingnya literasi digital dalam menghadapi derasnya arus informasi di media sosial dan platform digital lainnya.
Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam menyampaikan bahwa kegiatan kuliah pakar ini merupakan bagian dari komitmen prodi dalam meningkatkan kualitas akademik mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi komunikasi modern. Mahasiswa KPI diharapkan tidak hanya mampu menjadi pengguna media, tetapi juga dapat menjadi kreator konten dan komunikator yang cerdas, kritis, serta beretika.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para peserta aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar dampak media baru dan kecerdasan buatan terhadap dunia komunikasi, dakwah, dan kehidupan sosial masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo berharap mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan dunia digital serta mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan dakwah dan komunikasi Islam yang inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

