Ruang Publik Digital Islam: Manuver Cerdas IAIN Gorontalo Tangkal Hoaks

Ruang Publik Digital Islam: Manuver Cerdas IAIN Gorontalo Tangkal Hoaks.

KPI – Layar proyektor memancarkan cahaya terang ke seluruh penjuru Aula Eks Tarbiyah IAIN Sultan Amai Gorontalo. Ratusan pasang mata menatap lekat pergantian salindia yang mengupas tatanan baru komunikasi agama. Mahasiswa lintas negara merapatkan barisan virtual, merajut gagasan tajam demi menguasai medan pertempuran opini dunia maya. Mereka sadar penuh, narasi keagamaan kini bertransformasi menjadi kekuatan utama penggerak massa antarbangsa.

Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) mengambil langkah berani pada hari Kamis (19/12/2024). Institusi pendidikan lokal ini menggandeng Persatuan Komunikasi Media Baharu (New Mec) Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

Kedua raksasa akademik ini menyelenggarakan sebuah forum berskala global. Mereka mengusung tajuk tajam, “Shaping the Digital Public Sphere: Navigating Aesthetics, Cyber Activism, and Fact-Checking in Islamic Media”. Pemilihan tema prestisius ini mencerminkan kepekaan tinggi civitas akademika terhadap dinamika jagat maya mutakhir.

Mahasiswa mutlak membutuhkan kemampuan mengendalikan Ruang Publik Digital Islam. Mereka tidak sekadar menyerap ilmu teori, melainkan bersiap menjadi agen perubahan konkret yang membawa dampak positif ke tengah masyarakat luas.

Ruang Publik Digital Islam Memerlukan Aktivisme Siber

Dekan FUD meresmikan rangkaian perhelatan akademis hibrida ini dengan penuh antusiasme. Panitia memadukan kehadiran fisik mahasiswa dan dosen lokal dengan partisipasi daring kolega mereka dari Malaysia melalui platform Zoom Meeting. Pertemuan lintas negara ini menjembatani dua kutub pemikiran serumpun.

Dr. Kartini Binti Kamaruzzaman, pakar Sosiologi Siber USIM, membedah lapis demi lapis anatomi masyarakat maya. Dosen senior Malaysia ini memandu peserta menavigasi lautan informasi. Ia sekaligus memantik semangat aktivisme siber berlandaskan nilai kebaikan universal. Pakar komunikasi ini menekankan pentingnya pengemasan estetika visual agar pesan-pesan positif mampu memikat hati generasi milenial.

Menangkal Hoaks Melalui Ruang Publik Digital Islam yang Sehat

Hidayatullah, M.I.Kom, akademisi IAIN Gorontalo, mengambil giliran menguraikan tantangan nyata di lapangan. Ia membekali audiens dengan senjata jurnalisme data. Kemampuan memverifikasi fakta merupa menjadi perisai utama menangkis serbuan hoaks keagamaan. Ia menegaskan, peredaran berita palsu kerap meresahkan warga internet dunia. Pemaparan materi ini melengkapi dimensi sosiologis dengan praktik jurnalisme presisi tingkat tinggi.

Audiens mewujudkan interaksi intens saat sesi tanya jawab berlangsung sangat dinamis. Peserta menguji gagasan para pemateri melalui rentetan pertanyaan kritis yang tajam. Selain mempertajam wawasan mahasiswa, inisiatif emas ini memperkuat jejaring akademis regional Asia Tenggara.

Prodi KPI IAIN Gorontalo memanfaatkan momentum berharga ini guna mendongkrak poin akreditasi institusi. Mereka membuktikan kualitas pendidikan lokal sungguh siap bersaing menembus batas benua. Panitia memungkasi agenda monumental ini dengan mendistribusikan sertifikat apresiasi kepada seluruh tokoh penggerak literasi siber tersebut.


Humas: Alkap Prayoga