Dakwah Era Media Baru: Terobosan Ampuh IAIN Gorontalo & USIM

Dakwah Era Media Baru

KPI – Cahaya layar proyektor memecah keheningan Gedung Aula Eks Tarbiyah IAIN Sultan Amai Gorontalo tatkala ratusan mahasiswa memfokuskan pandangan ke arah panggung utama. Mereka menyerap setiap kata yang mengalir dari layar virtual Zoom Meeting, mencari rumusan paling mutakhir tentang masa depan penyiaran agama.

Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Gorontalo bersama Persatuan Komunikasi Media Baharu Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) mengukir sejarah baru melintasi batas negara demi memformulasikan strategi penyampaian narasi religius.

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) KPI IAIN Sultan Amai Gorontalo memotori pergerakan akademik ini dengan menggandeng mitra strategis dari negeri jiran. Mereka mewujudkan kolaborasi nyata melalui kegiatan Webinar Internasional bertajuk “Reinvigorating Islamic Dakwah through New Media: From Cinematic Aesthetics to Data-Driven Broadcasting”. Forum akademis tingkat dunia ini mempertemukan ratusan pemikir muda dari kedua institusi untuk meramu formula literasi Islam yang elegan.

Keinginan mengkaji lebih jauh tentang Dakwah Era Media Baru: Terobosan Ampuh IAIN Gorontalo & USIM memancing antusiasme intelektual seluruh peserta. Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah mengawal langsung pembukaan acara.

Kolaborasi Lintas Negara Menjawab Tantangan Dakwah Era Media Baru

Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Dr. Wahidah Suryani, M.Si, memandang forum pencerahan ini sebagai pijakan esensial bagi calon jurnalis maupun pendakwah muda. Beliau menggarisbawahi urgensi adaptasi teknologi tanpa melunturkan esensi pesan moral yang suci.

“Kami menargetkan mahasiswa KPI memiliki kecakapan ganda, yakni merangkai pesan agama yang menyejukkan sekaligus memvisualisasikannya melalui standar sinematik kelas dunia yang menolak penyebaran hoaks,” Jumat (09/02/2023).

Estetika Sinematik Menggandeng Akurasi Data

Puncak acara menampilkan Dr. Suriah Hani A. Rahman, Dosen Departemen Komunikasi Media Baharu USIM, yang mengupas tuntas anatomi penyiaran digital masa kini. Pakar komunikasi Malaysia ini membongkar rahasia memikat atensi audiens milenial dan generasi Z yang selalu berpindah fokus dalam hitungan detik. Ia memaparkan betapa visualisasi data akurat mampu meredam sirkulasi berita bohong.

“Kalian wajib membalut pesan ilahiah dengan estetika sinematik yang memanjakan mata, lalu menopangnya menggunakan data-driven broadcasting agar setiap argumen merujuk pada referensi sahih yang memiliki pondasi sains yang kokoh.”

Memperluas Jejaring Dakwah Era Media Baru Lewat Ruang Interaktif

Seusai pemaparan materi inti, ratusan mahasiswa dari dua negara memberondong narasumber dengan ragam pertanyaan kritis. Sesi tanya jawab memfasilitasi pertukaran ide brilian yang mencerahkan ruang berpikir seluruh peserta ruang virtual maupun luring. Mahasiswa mengeksplorasi metode penerapan ilmu secara langsung untuk menyasar publik luas.

Panitia menutup seluruh rangkaian edukasi hibrida ini sembari menyerahkan sertifikat penghargaan secara simbolis kepada narasumber. Perhelatan akademis ini menanamkan benih optimisme bahwa generasi penerus sanggup merajai berbagai platform digital terkini. Mereka bersiap menebarkan narasi kebaikan melalui konten-konten berkualitas premium, kredibel, serta selalu menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan komunikasi publik.


Humas
Reporter: Alkap Prayoga